Salah satu Kuliner Legendaris Kota Malang : Tahu Lontong Lonceng

Jalan R.E Martadinata di Kota Malang merupakan ruas lalu lintas yang cukup padat pada saat siang hari. Daerah ini menjadi jalur utama untuk kendaraan-kendaraan golongan II A, asap solar dan hiruk pikuk pengendara di jalan menjadi pemandangan sehari-hari yang begitu familiar. Sebagai jalan dengan arus yang padat, area ini juga menjadi pusat perdagangan orang-orang di sini.

Mulai dari perdagangan seperti pasar tradisional dengan berbagai macam alat teknologi bekas, aneka budaya, hingga kuliner khas lokal yang legendaris seperti Warung Tahu Lontong. Di balik keriuhan tersebut, tersimpan banyak harta karun yang wajib anda coba ketika berkunjung di Kota Malang pada sekitaran area ini.

Sejarah kuliner Tahu Lonceng berawal dari laki laki bernama Abdul Jalal, yang merintis usaha berjualan tahu lontong keliling mulai tahun 1935. Sambil memikul barang dagangannya, Abdul berjualan ke beberapa titik keramaian kala itu.

Ia bahkan berjualan hingga Pasar Malam Kebon Agung, yang jaraknya cukup jauh dari Kota Lama – daerah tempat tinggalnya. Meski dalam proses awal sulit dilewati, Abdul terus berjuang demi bertahan hidup.

Dua puluh tahun berselang, saat raga tak mampu lagi, usaha tahu lontong dilanjutkan anak tunggal Abdul Jalal yang bernama Kusen. Memasuki 1950an, cara menjajakan dagangan dengan dipikul sudah ditinggalkan. Kusen berjualan dengan cara menetap di emperan toko milik Ko Shiang di sekitar Tugu Lonceng, monumen yang didirikan pejabat Belanda. Lokasi tersebut kini bernama Jalan Gatot Subroto Malang. Ko Shiang sendiri ialah masyarakat keturunan Tionghoa yang berbaik hati memberi tempat berjualan. Bahkan kepentingan air pun dibantu oleh pedagang kelontong itu. Satu buah gambaran hidup rukun dan saling mempermudah antara sesama nampak kental.

Hal ini sekaligus menjadi awal kemunculan nama Tahu Lonceng. Sebutan tersebut disematkan lantaran kedai berlokasi di sekitar Tugu Lonceng.

Source : https://www.kompas.tv/article/152895/tahu-lontong-lonceng-kuliner-legendaris-di-kota-malang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *